Saturday, 25 February 2012

HASSAN AL BANNA

Mengenangi 63 tahun syahidnya Hassan Al Banna dibunuh tentera2 Iblis

Tulisan Dr. Ahmad Bahr
Dengan izin Allah,
 Imam Asy-Syahid Hasan Ahmad Abdurrahman Al Banna dilahirkan 14 Oktober 1906 di Mahmudiah di daerah Buhairah Mesir. Ia membesar dlm keluarga pendidik dan agama. Ayahnya adalah seorang ulama hadits dan memiliki sejumlah buku dalam disiplin ilmu ini. Ayahnya digelari “saati” karena bekerja sebagai pembaiki jam.
Imam Al Banna hafal Al-Quran dari usia kecil. Sejak kecil ia memiliki kecenderungan senang bekerja di bidang keislaman. Ia pernah menjadi ketua Lembaga Akhlak Agama. Ia juga mendirikan lembaga Anti Kemungkaran pada saat masih pelajar SD. Ia lulus SMA umum dan mendapat rangking kelima tingkat nasional Mesir. Ia juga lulus dari Darul Ulum dan termasuk angkatan pertama. Kemudian dia diangkat menjadi guru di salah satu sekolah di Ismailiah.
Kejadian-kejadian Penting Dimasa Hasan Al Banna
- Jatuhnya Khilafah Uthmaniyah tahun 1924.
- Pembagian “peninggalan” Khilafah Uthmaniyah  yang dikenal dengan nama “kesepakatan Syaks Picot tahun 1915.
Penjajahan Inggeris atas Mesir.
- Pendudukan dan perampasan tanah Palestina.
- Perpecahan umat islam ditanah arab
- Kemunculan pemikiran socialist di Mesir.
- Munculnya semangat nasionalisme kebangsaan dan demokrasi.
-Kelemahan partai Mesir dalam menghadapi penjajahan Inggeris.
- Pembelaan rakyat mesir terhadap Palestin

Bagaimana Hasan Al Banna Menjadi Guru di Ismailiah
Diceritakan oleh Al Banna ketika pasukan Inggeris sedang berada di Ismailiah..
“Allah Maha Tahu berapa lamanya malam-malam itu kami  membahas kondisi umat dan berbagai fenomena kemunduran dalam segala bidang. Kami kupas penyakit dan kami fikirkan cara2 mengatasinya serta menentukan ubatnya. Kami sangat terpengaruh dengan apa yang kami bahas hingga kami menangis.”
Akhirnya, terjadilah baiat antara enam orang yang berkumpul dengan Syekh Al Banna. Salah satu dari enam orang itu menceritakan detik-detik bersejarah itu.
.. “kami hulurkan tangan kami untuk berbaiat di atas tangan beliau. Beliau berkata, “Ulangi bersamaku ..
“kami mohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung 3x. Kami bertaubat kepada Allah. Kami bertekad tidak melakukan maksiat kepada-Nya. Kami berjanji kepada Allah untuk menjadi saudara karena Allah dan beramal untuk agama yang lurus ini. Dan Allah menjadi Penolong atas apa yang kami katakan.” Kemudian beliau membaca firman Allah,
إِنَّ الَّذِينَ يُبَايِعُونَكَ إِنَّمَا يُبَايِعُونَ اللَّهَ يَدُ اللَّهِ فَوْقَ أَيْدِيهِمْ فَمَنْ نَكَثَ فَإِنَّمَا يَنْكُثُ عَلَى نَفْسِهِ وَمَنْ أَوْفَى بِمَا عَاهَدَ عَلَيْهُ اللَّهَ فَسَيُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا › سورة الفتح الآية10
“Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepada kamu Sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah. tangan Allah di atas tangan mereka, Maka barangsiapa yang melanggar janjinya niscaya akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri dan barangsiapa menepati janjinya kepada Allah Maka Allah akan memberinya pahala yang besar.”


 Rafah..sempadan mesir dan gaza


Persepsi Ikhwanul Muslimin Terhadap Permasalahan Palestin
                      
Umat Islam semua adalah satu umat yang diikat oleh ikatan akidah.
“Sesungguhnya (agama Tauhid) ini, adalah agama kamu semua, agama yang satu[1006], dan Aku adalah Tuhanmu, Maka bertakwalah kepada-Ku.” (Al Mukminun:52)
Al Banna mengatakan, “Setiap jengkal tanah tempat berpijak seorang Muslim yang menyatakan, “Laa ilaaha illallahu, atau pernah dikibarkan panji-panji Allah, maka sejengkal tanah itu menjadi amanah bagi kaum muslimin. Ikhwanul Muslimin mengimani pentingnya kesatuan Islam. Dan, Palestin adalah bagian penting dari entiti negera Islam. Konflik dengan Yahudi adalah konflik existent atau kita akan musnah. Jihad di jalan Allah adalah jalan satu-satunya membebaskann Palestin. Ikhwanul Muslimin tidak akan percaya dengan “resolusi damai” dengan yahudi.
Al Banna mengatakan, “Jihad adalah kewajiban yang akan berlangsung hingga hari kiamat, dan tingkatan pertamanya adalah pengingkaran di dalam hati dan tingkatan paling tinggi adalah berperang di jalan Allah. Di antara jenis jihad adalah berjihad dengan lisan, pena dan tangan serta menyampaikan kata-kata yang benar di hadapan penguasa yang zalim. Dakwah ini tidak akan hidup kecuali dengan jihad. Tingginya dakwah dan luas ufuknya sejajar dengan agungnya jihad dan tingginya harga yang harus dibayar untuk meninggikannya serta banyaknya ganjaran dari Allah.”
Motivasi Jihad
Motivasi jihad di dalam Islam  merupakan pembalasan atas kejahatan dan tindakan permusuhan dari musuh Islam, membela diri, keluarga dan negera, menjaga dakwah hingga sampai kepada manusia semuanya, menjamin kebebasan dakwah dan keyakinan, menolong orang-orang lemah, orang  yg dizalimI dan itu hanya boleh dilakukan dengan menghilangkan thagut.

 
IM dan Palestin
- Tindakan penjajah Inggeris dan  konspirasi mereka keatas Palestin dibongkar oleh Ikhwanul Muslimin yang menyebarkan puluhan ribu buku “Api dan Kehancuran di Palestin”.
- IM adalah kelompok yang pertama kali menyedarkan rakyat Mesir tentang masalah Al-Quds dan mereka pula yang pertama kali membuat “penggalangan sumbangan untuk Al Quds” untuk para mujahidin tahun 1931.
- Tahun 1935 Al Banna mengirim seorang pemuda dari IM dari sayap militerinya untuk membela saudara-saudara mereka di Palestin dengan pimpinan Izzuddin Al Qassam untuk berlatih senjata. Al Banna juga  mengirim Mahmud Labin, wakil IM untuk sayap militeri untuk menyelesaikan perselihan antara dua organisasi Najadah dan Fatwah. Akhirnya, mereka bersatu dengan nama Organisasi Pemuda Arab.
- Konferens rakyat pertama yang digelar IM untuk Palestin di tahun 1938 yang dihadiri oleh utusan rakyat dan pemerintah resmi serta anggota parlemen Mesir, Irak, Suriah, Sudan dan Libanon.
- IM menolak resolusi pembagian wilayah Palestina 29 Novemver 1947.
Mereka menyerukan bangsa Arab agar berhimpun dan tunjuk perasaan pada 15 Desember 1947. Al-Azhar, Universiti2 serta lembaga-lembaga dan tokoh politik keluar berhimpun. Al Banna menyerukan kepada mereka,
“Labbaika Palestin, darah kami menjadi penebus Palestin, meskipun kami kekurangan senjata. Hari ini akan kami bebaskan kamu dari musuh kami. Saya umumkan dari mimbar ini bahwa Ikhwanul Muslimin menyumbangkan darah 10 ribu relawan untuk mati syahid demi Palestin dan mereka telah siap untuk dipanggil ke Palestin. "
Kepada para raja dan pemimpin, Al Banna menyeru,
“Biarkan antara kami dengan Yahudi. Jika Palestin hilang dari kami, maka gantunglah aku dan saudara-saudara kami di lapangan umum.”
- Ketika Inggeris mengumumkan penarikan pasukannya dari Palestin pada Mei 1948 dan menyerahkan Palestin kepada Yahudi, maka IM mengumumkan tragedi ini dan Al Banna mengumumkan semua anggota IM di seluruh Mesir untuk berkumpul di markasnya di Kairo. Namun mereka ditahan oleh keputusan Liga Arab dan pasukan Mesir yang melarang IM masuk ke Palestin dan hanya mengandalkan pasukan tetap.
- IM masuk ke Palestin melalui Sinai dengan alasan tour ilmiah. Sebagian masuk melalui kenderaan barang dan ada yang jalan kaki. Termasuk 35 murid usia 16 tahun yang masuk melalui Sinai dengan jalan kaki. Ketika tiba di Palestin, mereka bukan bertanya tentang istirahat dna makan..mereka bertanya.. Bila giliran mereka berlatih untuk melawan Yahudi.
- IM Jordan juga ikut dalam jihad ke Palestin, di antara Mursyid Aamnya Abdul Lathif Abu Qaurah. IM Syria juga tidak ketinggalan, termasuk Mursyid Aamnya Mushtafa Siba'i dan juga warga Irak dengan pimpinan Muhammad Mahmud Shawwaf, warga Sudan dan Libanon.
- Dua bulan sebelum pasukan Arab resmi tiba, pasukan IM sudah berada di Palestin. mereka masuk pada Maret 1948.

Peperangan Yang Melibatkan IM
- Pertempuran Kafr Daurm di perbatasan Mesir dengan Palestin.
- IM menyerang rombongan zionis Yahudi yang memaksa mereka lari dan IM berhasil menguasai 15 kenderaan mereka.
- Pertempuran Tabah 86 di selatan Der Balah.
- Komandan umum pasukan Mesir Fuad Shadiq meminta pemerintah Mesir memberikan lencana penghargaan atas kepahlawanan mereka dalam pertempuran itu.
- IM berhasil dengan izin Allah melakukan tarbiyah jihadiyah dan mengambil alih Asluj dan pemukiman Yahudi, Ramat Rahel dekat Betlehem.

Pembunuhan Imam Al Banna
IM tersebar bukan saja di Mesir bahkan di seluruh dunia Arab dan Islam.Sebuah harian Amerika menyebut Al Banna
“Laki-laki ini adalah orang terkuat di dunia. Dia tidak akan dapat dikalahkan kecuali apabila “peristiwa yang ada lebih besar” dari sekarang.”
 Amerika memberi isyarat kepada Naqrasyi agar membubarkan IM dan membunuh Al Banna. Arahan ini dilaksanakan. Senjata pribadi Al Banna dilucutkan, keretanya dicuri, talifon rumahnya diputuskan, rakan-rakannya ditangkap dan dia ditembak dengan jarak dekat
.
Pagi hari kesyahidannya, Al Banna bermimpi melihat Imam Ali ra dan beliau mengatakan kepadanya,
“Wahai Hasan! tugasmu sudah selesai. Misimu sudah kau tunaikan. Allah menerimamu dan menerima amalmu.”
.. dia tetap keluar meneruskan kerjanya. Pemerintah Mesir menipunya. Al Banna berjanji untuk dialog dengan pemerintah soal situasi yang ada. Pertemuan di sepakati di Jamiyah Pemuda Islam. Al Banna menunggu namun tidak ada yang datang.
.. pada jam 8.30 tanggal 12 Februari 1949 dia ditembak di lapangan terbesar di Kairo di depan gedung pemuda Islam. Ia segera dibawa ke hospital Istana Aini. Namun ada kesengajaan prosedur yang dipersulit sehingga ia kehabisan darah dan meninggal syahid. Mereka tidak mau menyerahkan jasad Al Banna kepada ayahnya kecuali setelah dia berjanji menguburinya sendiri tanpa menghadirkan siapapun. Sang ayah yang sudah tua dan uzur.. melebihi 90 tahun itu memandikan dan mengkafani anaknya yang syahid.
 Polisi melarang jenazah Al Banna di bawa oleh kaum lelaki. Maka jenazah sang syahid dibawa oleh empat kaum wanita yang berjalan.. di kepung dengan barisan tank dan ratusan pasukan tentera kerajaan. Dengan cara seperti inilah akhirnya tokoh mujaddid Islam abad 20 dikebumikan.
 (bsyr/Aljazeera.net)
ALLAHU AKBAR

No comments:

Post a Comment